Assalamu alaikum wr wb. Selamat datang di kelas Sales intermediate yang membahas mengenai The Law of The Iceberg atau Fenomena Gunung Es.

Tujuan dari pelajaran The Law of the Iceberg ini adalah untuk menggali mengenai apa yang pernah anda lakukan di dalam melakukan kegiatan penjualan dan meningkatkan performa anda sehingga hasilnya akan menjadi lebih baik lagi. Apakah Anda ingin penjualan anda jadi lebih baik lagi dan karir anda di bidang penjualan menjadi semakin meningkat? Tentu iya, jika tidak, anda tentu tidak akan menyaksikan video ini.

Pada pelajaran ini, kita akan menerapkan metode pembelajaran aktif. Anda tidak hanya diam menyimak pelajaran yang saya berikan, melainkan anda juga akan melakukan kegiatan-kegiatan yang akan membantu anda memahami pelajaran ini dengan lebih baik lagi.

Sebelum kita memulai, siapkan beberapa benda berikut, yaitu kertas dan pena atau alat tulis lainnya. Oke, silakan pause atau berhentikan video ini sebentar, sehingga anda mempunyai waktu untuk menyiapkan kertas dan pena. Klik tanda pause pada video ini dan klik play lagi jika anda sudah siap.

Yak, selamat datang kembali. Sudah siap dengan kertas dan pena ? Bagus! Sekarang silakan tuliskan semua kesalahan yang anda pernah lakukan yang dirasa menjadi hambatan dalam melakukan kegiatan anda di bidang sales. Anda mempunyai waktu 5 menit untuk menuliskan hambatan yang anda lakukan. Seperti tadi. klik tanda pause pada video ini dan klik play jika anda sudah siap.

Selamat datang kembali. Sudah menuliskan semua kesalahan yang pernah anda lakukan dalam saat menjalankan kegiatan sales? Mari kita check satu persatu ya.

Apakah anda pernah melakukan penjualan secara acak? Hari ini kebetulan ada penjualan, besok tidak tau, lusanya jika beruntung mungkin ada penjualan lagi. Sayangnya, tidak bisa dipungkiri hasil penjualan dengan cara kebetulan ini terkadang tidak bisa kita ukur.

Apakah anda pernah menelpon prospek secara acak? Menelpon orang yang anda rasa paling dekat dulu. Lalu menelpon siapapun yang ada di ingatan anda. Atau menelpon siapapun yang kebetulan kartu namanya ada di meja anda?

Apakah Anda pernah langsung membahas ke urusan bisnis sebelum membangun kepercayaan? Anda bertemu dengan seseorang dan langsung ngomong to the point to the point langsung berjualan. Setelah anda berbicara to the point, kira-kira reaksi dia seperti apa? Mungkin karena sopan santun, calon pelanggan akan merespon anda "seakan-akan" dengan cara baik. Namun di dalam hatinya sebenarnya dia sudah tidak merasa simpatik dan akan menghindari pembicaraan dengan anda di waktu-waktu berikutnya.

Apakah Anda melakukan proses negosiasi tanpa melakukan check terhadap kondisi psikologis dari calon pelanggan anda. Katakan kondisi Anda sudah hampir closing, Anda mengatakan. Bagaimana pak, sudah siap memberikan komitmen pembelian? Padahal saat itu Anda tidak menyadari bahwa klien anda baru saja mengalami musibah. Misalnya orang tua atau mertuanya baru saja meninggal dunia. Anaknya baru saja masuk rumah sakit, dan berbagai musibah lainnya. Sayangnya saat itu anda tidak tau, sehingga tidak mengucapkan kata-kata yang memberikan ketenangan, seperti "Turut berduka cita atas kehilangan yang Anda alami, kita diskusi lagi lain waktu ya?" atau "semoga anak anda cepat sembuh yaa".

Apakah anda pernah melakukan kelalaian seperti datang terlambat, yang mengakibatkan nasabah atau calon nasabah hilang rasa hormatnya terhadap anda. Ataupun anda pernah lalai mencapai hasil yang sudah disepakati, sehingga akhirnya pelanggan memutuskan untuk memberhentikan kerjasama dengan Anda?

Oke, setelah mendengarkan beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh team Sales seperti anda, silakan anda pause video ini dan melakukan checking. Ada berapa hal yang sama dengan yang sudah saya katakan, atau ada beberapa hal yang berbeda? Adalah hal yang sudah anda tulis namun belum saya sebutkan? tulis jumlah yang sama dan jumlah yang berbeda di kertas anda. Klik play kembali jika anda sudah melakukan pendataan.

Semua hal yang sudah kita lakukan akhirnya membawa kita kepada The Law of the Iceberg

Makna dari The Law of the Iceberg adalah kesuksesan penjualan yang anda raih tidak akan terlihat dari apa yang ada di depan mata klien, melainkan dari hal-hal yang justru tidak dilihat oleh klien anda. Ada yang mengatakan bahwa sebagai sales, waktu yang anda habiskan bersama klien hanya sekitar 10-15 persen saja, sedangkan sisanya adalah hal-hal yang anda kerjakan untuk mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan klien.

Mengapa Banyak Salesman mengalami kegagalan? Menurut Todd Duncan, Faktor utama yang menghambat kesuksesan seorang penjual adalah "tidak memiliki tujuan yang lebih “tinggi”.

Jika anda pernah mengalami kegagalan yang sudah anda tuliskan atau sudah saya sebutkan di video ini, kemungkinan ada langkah-langkah yang anda lewati untuk dilakukan.

Jika anda pernah mengalami kegagalan yang sudah anda tuliskan atau sudah saya sebutkan di video ini, kemungkinan ada langkah-langkah yang anda lewati untuk dilakukan.

Apa saja hal-hal tidak terlihat yang menjadi elemen penting di balik gunung es dari The Law of the Iceberg? Yuk ambil lagi kertas dan pena anda, dan anda tuliskan saja yang anda harus lakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi klien? Pause video ini dan lanjutkan jika anda sudah menuliskannya.

Oke, setelah menuliskan apa yang harus anda lakukan untuk melakukan persiapan terhadap penjualan anda. Mari kita cocokkan satu persatu. Apakah yang anda tuliskan sesuai dengan materi yang akan kita bahas di video ini atau tidak?

Ada 4 hal penting yang harus anda persiapkan diri untuk sebelum berhadapan dengan calon klien anda. Yang pertama adalah Life Plan, yang kedua adalah time plan, yang ketiga adalah Business Plan dan yang keempat adalah customer Plan.

Seperti apa uraian dari masing-masing perencanan di atas? Mari kita lanjutka dengan video berikut.

learn@immersiva.id

+62 8111878 801

Silicon Sawit

Jl. Duren Sawit Baru

Blok. C 11 no 20

East Jakarta 13440

  • White LinkedIn Icon
  • White Facebook Icon
  • White Twitter Icon
  • White Instagram Icon

©2020 by Immersiva.id